Kantor Sekretariat ITHLA

KANTOR SEKRETARIAT ITHLA 

Sekretariat : Jl. Kp. Utan No. 69, Ciputat Tim, Kota Tanggerang Selatan, Banten 15412 ( Belakang Kampus UIN Syarif Jakarta ) dapat diakses melalui Google Maps : Pusat Pengembangan Bahasa Araba ITHLA Indonesia


atau kalian dapat melihatnya   DISINI

TEHNIK-TEHNIK DALAM BERDEBAT BAHASA ARAB.

Sebagaimana yang kita ketahui, Debat dibagi menjadi dua macam :
  1. British Debate : Debat model ini, biasanya hanya memiliki dua orang di setiap timnya. dan Dalam pelaksanaannya, akan ada 4 tim dalam satu pertandingan, dua tim di kelompok Kontra, dan dua tim lainnya di kelompok Pro. 
  2. American Debate : Debat model ini banyak di pakai di beberapa lomba debat bahasa arab yang ada di beberapa acara kampus. dalam pelaksanaannya, akan ada tiga orang di setiap tim. dan dalam satu pertandingan, hanya diikuti oleh dua tim, yaotu tm Pro dan tim Kontra. 
Ajang perlombaan debat, khususnya debat bahasa arab, menjadi ajang yang paling bergengsi di kalangan mahasiswa pembelajar bahasa arab di seluruh instansi bahasa arab di indonesia. Setiap tahun, banyak ajang perlombaan yang diadakan di beberapa instansi tersebut. Seperti ajang perlombaan debat di FJA (Festival Jazirah Arab) di UIN Maliki Malang, FBA (Festival Bahasa Arab) di UIN Suka Jogja, FKA (Festival Kebudayaan Arab) di UGM, FTT (Festival Timur Tengah) di UI dan masih banyak yang lainnya. Tak heran jika ajang lomba debat bahasa arab ini menjadi ajang terfavorit bagi mahasiswa bahasa arab. Bahkan, di tingkat internasional pun juga ada ajang perlombaan bahasa arab, seperti yang diadakan di Qatar.
Untuk itu,, kali ini kami akan mencoba memberi tips dan tehnik dalam debat bahasa arab ini. Debat bahasa arab akan terlihat menarik jika sudah memenuhi standar beserta tips berikut ini.
  1. Bahwa apa yang paling penting dipahami dan disadari oleh setiap tim adalah kedudukan mereka sebagai tim pro ataupun tim kontra. Berdasarkan pengalaman penulis, tidak sedikit yang menyampaikan hujjah yang secara tidak sadar justru menguatkan hujjah dari tim lawan. Dengan kata lain, cermat dalam memilih hujjah menjadi hal yang penting dalam debat bahasa arab.
  2. Sampaikan hujjah secaa sistematis. Tentunya hal ini membutuhkan koordinasi yang tepat antar anggota. Misalnya, pembicara pertama menyampaikan hujjah secara umum terlebih dahulu, kemudian dikuatkan oleh pembicara kedua, dan seterusnya. Ini akan memberikan nilai positif bagi tim.
  3. Jangan mengulangi hujjah yang telah disampaikan sebelumnya. Berdasarkan pengalaman penulis, tidak sedikit dari para peserta yang mengulangi hujjah yang telah disampaian sebelumnya. Secara tidak langsung ini akan menimbulkan pemikiran pada juri bahwa tim belum siap dalam berdebat. Otomatis pula akan memberikan nilai negatif bagi tim.
  4. Tetap menjaga sopan santun dalam menyampaikan hujjah. Semangat memang diperlukan dalam berdebat, namun apabila terlalu semangat, seringkali akan menjadi sesuatu yang negatif. Seperti secara tidak sengaja menunjuk-nunjuk tim lawan dan berbicara dengan terlihat sombong. Ini akan mempengaruhi juri dalam memberikan nilai.
  5. Perbanyak uslub-uslub mujamalah. Uslub mujamalah ini biasanya akan memberi sedikit hiburan bagi para juri, karna di beberapa kasus, kebanyakan dari juri akan senang mendengar uslub-uslub yang indah dari segi kebahasaan. 
  6. Teliti dan cermat dalam menganalisa hujjah tim lawan untuk mencari celahnya. Kemudian lemparkan pertanyaan untuk menjatuhkan. Sering-sering bertanya akan memberi nilai yang positif bagi tim.
  7. Apabila kehabisan kata-kata sedangkan waktu masih panjang, sampaikan kembali penegasan tentang posisi tim di pro ataupun di kontra. Penegasan ini akan semakin memperkuat posisi kita di hadapan juri.
  8. Dan yang terakhir, usahakan untuk menyampaikan roja’ kepada juri. Roja’ disini maksudnya adalah harapan agar hujjah yang kita sampaikan bisa diterima oleh para juri. Walaupun mungkin ini dinilai kurang begitu penting, namun ini akan memberi nilai positif bagi tim. 
Begitulah mungkin sedikit tips dalam perdebatan bahasa arab. Walaupun dari setiap tim mempunyai style tersendiri dalam berdebat, namun hal-hal diatas adalah yang perlu diperhatikan oleh para peserta. Apa yang disampaikan diatas adalah berdasarkan pengalaman penulis dalam debat bahasa arab. Semoga bermanfaat. Salam ITHLA.. HAA ANA DZA!!



PELANTIKAN DAN RAKERWIL DPW 4

PELANTIKAN dan RAKERWIL DPW 4 

 Foto bersama seluruh anggota DPW 4


 "Pelantikan DPW 4 oleh Ketua 2 ITHLA"

"Ketua DPW 4" Akhi Mikael (paling kanan)

Assalamualaikum, Wr. Wb.
Sabtu, 6/2 2016 lalu, menjadi hari yang penting bagi para anggota Dewan Pimpinan Wilayah 4 ITHLA, pasalnya pada hari itu DPW 4 ITHLA yang memimpin wilayah Jatim, NTB dan Bali tersebut telah resmi dilantik pada pukul 10.00 pagi di Aula Humaniora, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Acara ini diawali dengan Seminar Kebahasaan yang disampaikan oleh salah satu dosen BSA UIN Malang Dr.Ahmad Makki Hasan, agenda kemudian dilanjutkan dengan pelantikan Dewan Pimpinan Wilayah 4 2016, yang dipimpin oleh Ketua DPP 2 Nur Wedia Devi Rahmawati dari STAIN Kediri. Pelantikan berlangsung lancar dan Khidmat. Acara ini di hadiri oleh Perwakilan Dewan Pimpinan Pusat, anggota DPW 4 dan beberapa kampus di Jawa Timur.
acara di lanjutkan dengan Rapat Kerja Wilayah yang dilaksanakan di Kampus UIN Maliki Malang seusai sholat dhuhur hingga selesai. ada pun yang dibahas dalam Rakerwil adalah Kemah Bahasa DPW , agenda kebahasaan dan beberapa program dpw 4 selama masa bakti satu tahun.

Aku, kamu dan sastra


PERBEDAAN FUSHAH DAN AMIAH DALAM BAHASA ARAB(الاختلاف بين الفصحة و العامية في اللغة العربية)

By:Fariz Mirza Abdillah
Sejarah Munculnya Bahasa Arab.
Bahasa Arab adalah bahasa kitab suci orang muslim, yaitu Al  Qur’an. Bahasa yang digunakan untuk menyampaikan wahyu dari Allah SWT.Terdapat banyak pendapat tentang sejarah permulaan munculnya bahasa Arab, dan pendapat yang paling klasik menyebutkan; bahwa bahasa Arab telah ada pada masa Nabi Adam AS, pendapat ini mengacu pada Firman Allah SWT dalam Al Qur’an dan merupakan interpretasi secara langsung dari Al Qur’an surah Al Baqarah ayat 31, “و علّم آدم الأسماء كلها” yang artinya: “Allah telah mengajari Adam pengetahuan tentang segala nama”. Dari dalil ini, mereka yang berpendapat bahwa nama-nama benda dan berbagai macam hal atau sifat di dunia ini telah diajarkan oleh Allah kepada Adam dalam bahasa Arab. Akan tetapi sejarah munculnya bahasa Arab yang di atas masih belum bisa dipastikan karena banyak sumber-sumber yang berpendapat lain hal dengan yang disebutkan.
Dan bahasa Arab memiliki dua jenis, yang mempunyai banyak perbedaan dalam “النطق” (pengucapan), yaitu Fushah (formal) dan amiah (informal). Sebelum kita berbicara tentang perbedaan antara bahasa Arab Fushah dan Amiah, kita harus mengetahui terlebih dahulu masing-masing dari keduanya.
Bahasa Arab Fushah.
Bahasa Arab Fushah yaitu; Sering disebut bahasa Al Qur’an, ((اللغة التراث العربي     atau bahasa yang sering dipergunakan diforum formal, bahasa buku, syi’ir dan nasr dan juga dipakai pada produk-produk, ilmu pengetahuan dan hasil-hasil pemikiran. Bahasa Arab Fushah yaitu bahasa pemersatu dan bahasa yang dapat menyelesaikan perselisihan antara bangsa-bangsa Arab. Karena dengan bahasa Arab Fushah, orang-orang dapat memahami dan berkomunikasi dengan lancar asalkan bahasa yang digunakan adalah bahasa Arab Fushah yang sesuai dengan kaidah-kaidah ilmu nahwu, sorf dan balagoh. Bahasa Arab Fushah ini digambarkan sebagai bahasa Arab yang digunakan terhadap masyarakat pada zaman Rasulullah SAW. Bahasa Arab Fushah ini adalah media pokok komunikasi yang digunakan dalam bentuk buku-buku, majalah, surat menyurat dan surat pribadi, dokumen pemerintahan dan digunakan juga pada media televisi, radio, dan pidato-pidato serta konferensi-konferensi dan seminar-seminar ilmiah bahkan menjadi bahasa pengantar disebagian unversitas-universitas didunia. Dan bahasa Arab Fushah ini yang menjadi  “اللغة العالمية” (bahasa internasional) yang diresmikan pada 18 Desember 1982 oleh ; Organisasi Pendidikan,Keilmuan, dan Kebudayaan, yang dalam bahasa Inggris disebut sebagai UNESCO (United Nation Education,Scientific and Cultural Organization) dan menetapkan tanggal tersebut sebagai hari bahasa Arab sedunia. Maka dari itu bahasa standar inilah bahasa yang digunakan dinegara-negara Arab dan bermayoritas muslim didunia.    
Bahasa Arab Amiah
Sedangkan bahasa Arab Amiah adalah; bahasa yang sering digunakan dalam aktivitas sehari hari yang berbentuk nonformal. Didalam bahasa Amiah itu sendiri ada beberapa istilah lain, salah satunya yaitu; (اللغة الأزدواجية)  yang berarti paralelisme bahasa atau dikenal “lebillinguisme” yaitu adanya dua bahasa yang berbeda dalam individu atau masyarakat dalam waktu yang bersamaan. Setiap negara negara Arab memiliki bahasa amiah yang berbeda-beda dari “النطق” (pengucapan) dan "الهجة" (logat). Bahasa Arab Amiyah tidak dapat lepas dari bahasa Arab Fushah (resmi). Akan tetapi bahasa Arab Amiyah tidak sepenuhnya sesuai dengan kaidah atau tata bahasa arab yang resmi (fushah). kegunaan bahasa arab amiyah itu sendiri sebagai penunjang dalam pembelajaran bahasa arab. 
Perbedaan bahasa Arab Fushah dan Amiah.
Perbedaan antara Fushah dan Amiah yaitu terdapat pada kaidah-kaidah nahwu dan Sorf, bahasa Arab Fushah sangat memperhatikan pada kaidah kaidah nahwu dan sorf, sedangkan bahasa Arab Amiah tidak memperhatikan pada hal tersebut. Maka dari itu penggunaan bahasa Arab Fushah dan Amiah digunakan diforum yang juga berbeda. Yaitu Bahasa Arab Fushah digunakan pada forum-forum dan media-media yang bersifat formal. Dan sebaliknya, bahasa Arab Amiah sering digunakan dalam aktivitas dan komunikasi sehari-hari yang bersifat nonformal.
Banyak perbedaan diantara bahasa Arab Fushah dan Arab Amiah entah itu dalam “النطق” (pengucapan) dan "الهجة" (logat) dan bahkan dalam “"اللغة  (bahasa) itu sendiri. Bahasa Arab Fushah mempunyai bentuk yang sama dinegara negara dunia. Sehingga, orang yang saling berbicara dengan berbahasa Arab Fushah akan memahami maksud dari yang disampaikan walaupun orang-orang tersebut mempunyai latar belakang yang berbeda.
Berbeda dengan bahasa Arab Amiah, Bahasa Arab Amiah mempunyai berbagai versi sesuai dengan “المنطقة“ (daerah) seperti negara Arab dan Mesir mempunyai bahasa Arab Amiah yang berbeda diantara keduanya dan begitu pula terhadap bahasa Amiah Mesir dan Jordan. Sebagai contoh;

 
NO
Arti
Bhs Pasar Saudi
Bhs Pasar Mesir
Bhs Arab Fushah
1
Selamat Pagi
صَبَاحُ الْخَيْرِ
صَبَاحُ الْفُوْلِ
صَبَاحُ الْخَيْرِ
Shabaahul Khair
Shabaahul Fuul
Shabaahul Khair
2
Selamat tidur
تَصْبَحْ عَلَيْ الْخَيْرِ
تَصْبَحْ عَلَيْ الْخَيْرِ
تَصْبَحْ عَلَيْ الْخَيْرِ
Tesbah ‘ala kher
Tesbah ‘ala kher
Tasbahu ‘ala khair
3
Tidak Ada
مَافِيْ
مَفِيْشْ
غَيْرُمَوْجُوْدٍ
Maa fii
Mafiisy
Ghoiru Maujuudin

SEMOGA BERMANFAAT !!

اجمل الكلام ... فاز بنا العالم

CARILAH ILMU SAMPAI KE NEGRI CINA.

Carilah ilmu sampai ke negeri cina, itulah ungkapan yang tepat bagi para mahasiwa PBA IAIN IMAM BONJOL, PADANG. Studi komparatif atau studi banding PBA 2016 merupakan serangkaian kegiatan mengunjungi beberapa Universitas dan lembaga bahasa Arab. Disamping itu juga mendapatkan hal-hal yang bisa diterapkan mahasiswa PBA di IAIN Padang.
Rute perjalanan studi banding mahasiswa PBA kali jni ialah Jakarta-Yogyakarta - malang - Bandung. Perjalanan dari Padang menuju Jkarta ditempub dlm waktu 2 hari 1 malam. Kunjungan hari pertama di Jakarta dijadwalkan ke LIPIA, Univ. AL-Azhar Indonesia dan Atase Agama Kedutaan Arab Saudi.
Pukul 13.00 WIB, rombongan sampai di Univ. AL-Azhar Indonesia, kedatangan rombongan langsung disambut oleh Ka.Prodi Sastra Arab Fak.Sastra UAI. Dalam pertemuan inu, ketua prodi memaparkan beberapa hal meliputi sejarah UAI, kurikulum jurusan, fasilitas, dan tenaga pengajar serta bentuk kegiatan mahasiswa prodi Bhs. Arab.
Setelah memaparkan sambutan, dilanjutkan dg sambutan oleh Ketua rombongan studi banding IAIN IB padan .oleh Prof. Dr. Masnal Zajuli, MA. Acara dilanjutkan dg sesi tanya jawab dr peserta studi banding kepada prodi sastra arab.  Acara terakhir penyerahan kenang2 an kepada pihak UAI.
Perjalanan rombongan dilanjutkan ke Mulhaq AdDiny, atase agama kedutaan arab saudi di Menteng Jak-Pus.. rombongan kembali disambut dengan hangat oleh pegawai disana. Wakil atase kedubes menyatakan apresiasi kepada peserta studi banding dan memberikan pengarahan serta menyediakan beasiswa yg akan mereka berikan. Acara diakhiri dg penyerahan kenang2 an dan peserta rombongan melanjutkan perjalanan ke yogyakarta.
Pukul 10 pagi rombongan studi banding sampai di Unires UMY, dan melanjutkan perjalanan ke UIN Suka Jogja.
Sekitar pukul 14.00 rombongan studi bnding sampai di UIN Suka, Ka prodi PBA UIN Suka menyambut kedatangan rombongan dan bersedia melakukan kerjasama dan penandatanganan MoU.
Pukul 15.20 WIB, rombongan melanjutkan kunjungan ke Pusat Pengembangan BAhasa UIN suka dan mengadakan diskusi ilmiah bersama Syekh Ali Moen'im.
Kegiatan esoknya,  rombongan melanjutkan kunjungan ke UMY . Setelah melakukan kunjungan ke UMY, rombongan melanjutkan rekreasi ke Malioboro dan Borobudur.
Perjalanan berikutnya  yaitu ke Jawa Timur. Kampus yg dituju adalah UIN Malang. Rombongan studi banding disambut oleh pihak Pusat Pengembangan bahasa UIN malang. Rombongan diajak mengunjungi kegiatan belajar mengajar yg sedang berlangsung di tiap kelas. Kemudian dilanjutkan dg sesi tanya jawab dr peserta studi banding mengenai pengembangan skill kebahasaan yg dikelola oleh Pusat Bahasa UIN malang.
Setelah beberapa rangkaian kegiatan kunjungan ke beberapa Universitas, rombongan menikmati wisata di kota malang, seperti di alun2 kota batu dan menikmati indahnya perkebunan apel. Selanjutnya rombongan mengunjungi wisata di blitar, Yaitu istana soekarno dan makam soekarno.