Foto bersama seluruh anggota DPW 4
"Pelantikan DPW 4 oleh Ketua 2 ITHLA"
 |
| "Ketua DPW 4" Akhi Mikael (paling kanan) |
|
Assalamualaikum, Wr. Wb.
Sabtu, 6/2 2016 lalu, menjadi hari yang penting bagi para anggota Dewan
Pimpinan Wilayah 4 ITHLA, pasalnya pada hari itu DPW 4 ITHLA yang
memimpin wilayah Jatim, NTB dan Bali tersebut telah resmi dilantik pada
pukul 10.00 pagi di Aula Humaniora, Universitas Islam Negeri Maulana
Malik Ibrahim Malang. Acara ini diawali dengan Seminar Kebahasaan yang disampaikan oleh salah satu dosen BSA UIN Malang Dr.Ahmad Makki Hasan, agenda kemudian dilanjutkan dengan pelantikan Dewan Pimpinan Wilayah 4 2016, yang dipimpin oleh Ketua DPP 2 Nur Wedia Devi Rahmawati dari STAIN Kediri. Pelantikan berlangsung lancar dan Khidmat. Acara ini di hadiri oleh Perwakilan Dewan Pimpinan Pusat, anggota DPW 4 dan beberapa kampus di Jawa Timur.
acara di lanjutkan dengan Rapat Kerja Wilayah yang dilaksanakan di Kampus UIN Maliki Malang seusai sholat dhuhur hingga selesai. ada pun yang dibahas dalam Rakerwil adalah Kemah Bahasa DPW , agenda kebahasaan dan beberapa program dpw 4 selama masa bakti satu tahun.
By:Fariz Mirza Abdillah
Sejarah Munculnya Bahasa Arab.
Bahasa Arab adalah bahasa kitab suci orang muslim, yaitu Al Qur’an. Bahasa yang digunakan untuk menyampaikan wahyu dari Allah SWT.Terdapat banyak pendapat tentang sejarah permulaan munculnya bahasa Arab, dan pendapat yang paling klasik menyebutkan; bahwa bahasa Arab telah ada pada masa Nabi Adam AS, pendapat ini mengacu pada Firman Allah SWT dalam Al Qur’an dan merupakan interpretasi secara langsung dari Al Qur’an surah Al Baqarah ayat 31, “و علّم آدم الأسماء كلها” yang artinya: “Allah telah mengajari Adam pengetahuan tentang segala nama”. Dari dalil ini, mereka yang berpendapat bahwa nama-nama benda dan berbagai macam hal atau sifat di dunia ini telah diajarkan oleh Allah kepada Adam dalam bahasa Arab. Akan tetapi sejarah munculnya bahasa Arab yang di atas masih belum bisa dipastikan karena banyak sumber-sumber yang berpendapat lain hal dengan yang disebutkan.
Dan bahasa Arab memiliki dua jenis, yang mempunyai banyak perbedaan dalam “النطق” (pengucapan), yaitu Fushah (formal) dan amiah (informal). Sebelum kita berbicara tentang perbedaan antara bahasa Arab Fushah dan Amiah, kita harus mengetahui terlebih dahulu masing-masing dari keduanya.
Bahasa Arab Fushah.
Bahasa Arab Fushah yaitu; Sering disebut bahasa Al Qur’an, ((اللغة التراث العربي atau bahasa yang sering dipergunakan diforum formal, bahasa buku, syi’ir dan nasr dan juga dipakai pada produk-produk, ilmu pengetahuan dan hasil-hasil pemikiran. Bahasa Arab Fushah yaitu bahasa pemersatu dan bahasa yang dapat menyelesaikan perselisihan antara bangsa-bangsa Arab. Karena dengan bahasa Arab Fushah, orang-orang dapat memahami dan berkomunikasi dengan lancar asalkan bahasa yang digunakan adalah bahasa Arab Fushah yang sesuai dengan kaidah-kaidah ilmu nahwu, sorf dan balagoh. Bahasa Arab Fushah ini digambarkan sebagai bahasa Arab yang digunakan terhadap masyarakat pada zaman Rasulullah SAW. Bahasa Arab Fushah ini adalah media pokok komunikasi yang digunakan dalam bentuk buku-buku, majalah, surat menyurat dan surat pribadi, dokumen pemerintahan dan digunakan juga pada media televisi, radio, dan pidato-pidato serta konferensi-konferensi dan seminar-seminar ilmiah bahkan menjadi bahasa pengantar disebagian unversitas-universitas didunia. Dan bahasa Arab Fushah ini yang menjadi “اللغة العالمية” (bahasa internasional) yang diresmikan pada 18 Desember 1982 oleh ; Organisasi Pendidikan,Keilmuan, dan Kebudayaan, yang dalam bahasa Inggris disebut sebagai UNESCO (United Nation Education,Scientific and Cultural Organization) dan menetapkan tanggal tersebut sebagai hari bahasa Arab sedunia. Maka dari itu bahasa standar inilah bahasa yang digunakan dinegara-negara Arab dan bermayoritas muslim didunia.
Bahasa Arab Amiah
Sedangkan bahasa Arab Amiah adalah; bahasa yang sering digunakan dalam aktivitas sehari hari yang berbentuk nonformal. Didalam bahasa Amiah itu sendiri ada beberapa istilah lain, salah satunya yaitu; (اللغة الأزدواجية) yang berarti paralelisme bahasa atau dikenal “lebillinguisme” yaitu adanya dua bahasa yang berbeda dalam individu atau masyarakat dalam waktu yang bersamaan. Setiap negara negara Arab memiliki bahasa amiah yang berbeda-beda dari “النطق” (pengucapan) dan "الهجة" (logat). Bahasa Arab Amiyah tidak dapat lepas dari bahasa Arab Fushah (resmi). Akan tetapi bahasa Arab Amiyah tidak sepenuhnya sesuai dengan kaidah atau tata bahasa arab yang resmi (fushah). kegunaan bahasa arab amiyah itu sendiri sebagai penunjang dalam pembelajaran bahasa arab.
Perbedaan bahasa Arab Fushah dan Amiah.
Perbedaan antara Fushah dan Amiah yaitu terdapat pada kaidah-kaidah nahwu dan Sorf, bahasa Arab Fushah sangat memperhatikan pada kaidah kaidah nahwu dan sorf, sedangkan bahasa Arab Amiah tidak memperhatikan pada hal tersebut. Maka dari itu penggunaan bahasa Arab Fushah dan Amiah digunakan diforum yang juga berbeda. Yaitu Bahasa Arab Fushah digunakan pada forum-forum dan media-media yang bersifat formal. Dan sebaliknya, bahasa Arab Amiah sering digunakan dalam aktivitas dan komunikasi sehari-hari yang bersifat nonformal.
Banyak perbedaan diantara bahasa Arab Fushah dan Arab Amiah entah itu dalam “النطق” (pengucapan) dan "الهجة" (logat) dan bahkan dalam “"اللغة (bahasa) itu sendiri. Bahasa Arab Fushah mempunyai bentuk yang sama dinegara negara dunia. Sehingga, orang yang saling berbicara dengan berbahasa Arab Fushah akan memahami maksud dari yang disampaikan walaupun orang-orang tersebut mempunyai latar belakang yang berbeda.
Berbeda dengan bahasa Arab Amiah, Bahasa Arab Amiah mempunyai berbagai versi sesuai dengan “المنطقة“ (daerah) seperti negara Arab dan Mesir mempunyai bahasa Arab Amiah yang berbeda diantara keduanya dan begitu pula terhadap bahasa Amiah Mesir dan Jordan. Sebagai contoh;
|
NO
|
Arti
|
Bhs Pasar Saudi
|
Bhs Pasar Mesir
|
Bhs Arab Fushah
|
|
1
|
Selamat Pagi
|
صَبَاحُ الْخَيْرِ
|
صَبَاحُ الْفُوْلِ
|
صَبَاحُ الْخَيْرِ
|
|
Shabaahul Khair
|
Shabaahul Fuul
|
Shabaahul Khair
|
|
2
|
Selamat tidur
|
تَصْبَحْ عَلَيْ
الْخَيْرِ
|
تَصْبَحْ عَلَيْ
الْخَيْرِ
|
تَصْبَحْ عَلَيْ
الْخَيْرِ
|
|
Tesbah ‘ala kher
|
Tesbah ‘ala kher
|
Tasbahu ‘ala khair
|
|
3
|
Tidak Ada
|
مَافِيْ
|
مَفِيْشْ
|
غَيْرُمَوْجُوْدٍ
|
|
Maa fii
|
Mafiisy
|
Ghoiru Maujuudin
|
SEMOGA BERMANFAAT !!
Carilah ilmu sampai ke negeri cina, itulah ungkapan yang tepat bagi para mahasiwa PBA IAIN IMAM BONJOL, PADANG. Studi komparatif atau studi banding PBA 2016 merupakan serangkaian kegiatan mengunjungi beberapa Universitas dan lembaga bahasa Arab. Disamping itu juga mendapatkan hal-hal yang bisa diterapkan mahasiswa PBA di IAIN Padang.
Rute perjalanan studi banding mahasiswa PBA kali jni ialah Jakarta-Yogyakarta - malang - Bandung. Perjalanan dari Padang menuju Jkarta ditempub dlm waktu 2 hari 1 malam. Kunjungan hari pertama di Jakarta dijadwalkan ke LIPIA, Univ. AL-Azhar Indonesia dan Atase Agama Kedutaan Arab Saudi.
Pukul 13.00 WIB, rombongan sampai di Univ. AL-Azhar Indonesia, kedatangan rombongan langsung disambut oleh Ka.Prodi Sastra Arab Fak.Sastra UAI. Dalam pertemuan inu, ketua prodi memaparkan beberapa hal meliputi sejarah UAI, kurikulum jurusan, fasilitas, dan tenaga pengajar serta bentuk kegiatan mahasiswa prodi Bhs. Arab.
Setelah memaparkan sambutan, dilanjutkan dg sambutan oleh Ketua rombongan studi banding IAIN IB padan .oleh Prof. Dr. Masnal Zajuli, MA. Acara dilanjutkan dg sesi tanya jawab dr peserta studi banding kepada prodi sastra arab. Acara terakhir penyerahan kenang2 an kepada pihak UAI.
Perjalanan rombongan dilanjutkan ke Mulhaq AdDiny, atase agama kedutaan arab saudi di Menteng Jak-Pus.. rombongan kembali disambut dengan hangat oleh pegawai disana. Wakil atase kedubes menyatakan apresiasi kepada peserta studi banding dan memberikan pengarahan serta menyediakan beasiswa yg akan mereka berikan. Acara diakhiri dg penyerahan kenang2 an dan peserta rombongan melanjutkan perjalanan ke yogyakarta.
Pukul 10 pagi rombongan studi banding sampai di Unires UMY, dan melanjutkan perjalanan ke UIN Suka Jogja.
Sekitar pukul 14.00 rombongan studi bnding sampai di UIN Suka, Ka prodi PBA UIN Suka menyambut kedatangan rombongan dan bersedia melakukan kerjasama dan penandatanganan MoU.
Pukul 15.20 WIB, rombongan melanjutkan kunjungan ke Pusat Pengembangan BAhasa UIN suka dan mengadakan diskusi ilmiah bersama Syekh Ali Moen'im.
Kegiatan esoknya, rombongan melanjutkan kunjungan ke UMY . Setelah melakukan kunjungan ke UMY, rombongan melanjutkan rekreasi ke Malioboro dan Borobudur.
Perjalanan berikutnya yaitu ke Jawa Timur. Kampus yg dituju adalah UIN Malang. Rombongan studi banding disambut oleh pihak Pusat Pengembangan bahasa UIN malang. Rombongan diajak mengunjungi kegiatan belajar mengajar yg sedang berlangsung di tiap kelas. Kemudian dilanjutkan dg sesi tanya jawab dr peserta studi banding mengenai pengembangan skill kebahasaan yg dikelola oleh Pusat Bahasa UIN malang.
Setelah beberapa rangkaian kegiatan kunjungan ke beberapa Universitas, rombongan menikmati wisata di kota malang, seperti di alun2 kota batu dan menikmati indahnya perkebunan apel. Selanjutnya rombongan mengunjungi wisata di blitar, Yaitu istana soekarno dan makam soekarno.
24 januari 2016, Dewan Pimpinan Wilayah 4 ITHLA (Jawa Timur, Bali dan NTB), mengadakan Family Gathering di Surabaya. acara yang di adakan seminggu setelah pelantikan DPP dan DPW ITHLA di jakarta itu, dihadiri oleh para anggota DPW 4 dan beberapa Anggota DPP dari wilayah 4 ITHLA. para anggota yang hadir datang dari berbagai kampus di jawa timur dan madura, yaitu STAIS Bangkalan, UNIDA Gontor, UIN Malang, STAIN Kediri, dan UIN Surabaya sebagai tuan rumah acara.
agenda yang diadakan di salah satu rumah anggota DPW 4 ini pun berlangsung lancar, meski hujan turun dan beberapa anggota yang hadir dalam keadaan basah dan kehujanan, tak menghentikan acara yang dimulai pukul 10.00 pagi itu. ketua DPW 4, Mikael Marasabessy (UNIDA Gontor) menyatakan, acara ini dilaksanakan sebagai representasi dari acara Pelantikan dan Raker di Jakarta (14/01). Menurut ketua DPW 4 yang menjabat selama dua periode ini, Wilayah 4 ITHLA akan mengadakan pelantikan dan raker khusus untuk daerah Jawa timur, Bali dan NTB pada 6 Februari mendatang. agenda ini direncanakan berakaitan dengan banyak absennya anggota DPW 4 pada acara Pelantikan, RAKER DPP dan DPW di Jakarta(14/01).
Oleh : Dept.Kominfo ITHLA
Jakarta, Organisasi ITHLA (Persatuan Mahasiswa Bahasa Arab Se-Indonesia ) kamis (14/01/16) lalu melaksanakan Seminar Nasional, Pelantikan, Rapat Kerja Nasional dan Rapat Pimpinan Nasional yang berletak di Kampus UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta. Agenda yang bertepatan dengan terjadinya Bom di Sarinah Jakarta Pusat ini, dihadiri oleh Ketua Jurusan PBA UIN Jakarta, Ketua Jurusan BSA UIN Jakarta, Ketua Jurusan Tarjamah UIN Jakarta, Demisioner DPP ITHLA Ahmad Fakhri Azizi, anggota Dewan Pimpinan Pusat dan Dewan Pimpinan Wilayah dari seluruh Indonesia.
Rangkaian Agenda yang diawali dengan Seminar Nasional yang bertemakan Nasyid dan Musik sebagai Reformulasi Bahasa Arab di Dunia ini, diisi oleh Dr. Fadhliyani Ainusyamsi, MA. Beliau adalah salah satu pakar musik dan sastra arab di UIN Sunan Gunung Djati, Bandung. Beliau menjelaskan bahwa musik sejatinya bisa melancatkan peredaran darah, menghilangkan stress, dsb. Musik arab atau nasyid saat ini, juga telah banyak mempengaruhi musik eropa dan bahkan musik dunia, zaman ini,lagu lagu arab telah banyak populer di dunia.
Seusai seminar, agenda pun dilanjutkan dengan pelantikan DPP dan DPW ITHLA periode 2015-2016. Pelantikan yang dipimpin oleh Dr. FAdliyani Ainussyamsi ini pun berlangsung khidmat, kata demi kata para anggota yang dilantik pun mengikuti tuntunan dr. Fadliyani untuk mengucap janji dalam mengemban amanat sebagai DPP dan DPW ITHLA periode 2015-2016. Rekson Patela dan Pahrizal dari IAIN Jambi, dipercaya untuk menjadi KETUA UMUM ITHLA dan SEKJEND pada periode 2015/2016.
Agenda pelantikan pun diramaikan oleh aksi dari para mahasiswa dan mahasiswi PBA, BSA DAN TARJAMAH UIN Syarif Hidayatullah. Diantaranya adalah marawis, pembacaan puisi, dan paduan suara. Agenda pun tak terhenti di situ, usai sholat ashar dan istirahat, para anggota terlantik memulai Rapat Kerja Nasional dan Rapat Pimpinan Nasional yang dilaksanakan di aula IMAPA, yang berlokasi tak jauh dari masjid Fathullah, Tanggerang.
Rapat Kerja diawali dengan sidang Pleno, yang dilanjutkan dengan Sidang Komisi, yang kemudian disahkan pada Sidang Paripurna, dan Diakhiri dengan Rapat Pimpinan Nasional. Dalam rapat kerja untuk satu tahun ke depan, ITHLA berencana untuk semakin mengembangkan ITHLA dan berfokus pada kerjasama dan berjejaring dengan berbagai pihak. ITHLA yang di usianya menginjak 3 tahun ini, telah berhasil menggandeng lebih dari 35 kampus islam dan swasta, serta 50 jurusan bahasa arab se Indonesia. Dan kedepannya orgaisasi yang berdiri 9 desember 2012 ini akan mampu menjadi orgaisasi yag kuat orgaisasinya dan jaringannya, serta mampu memberikan pengaruh yang besar pada seluruh mahasiswa bahasa arab se Indonesia.