IAIN JAMBI Sebagai Tuan Rumah Muktamar ITHLA V 2016



            Sudah 4 bulan berlalu sejak pelantikan Dewan Pimpinan Pusat dan Dewan Pimpinan Wilayah ITHLA periode 2015-2016,  dan sudah 6 bulan berlalu sejak Muktamar ITHLA 4 yang dilaksanakan pada bulan November 2015. Muktamar yang diselenggarakan di UIN Bandung tersebut telah menghasilkan beberapa poin penting, salah satunya pengangkatan Ketua Umum ITHLA periode 2015-2016 yaitu, Rekson Patela dari IAIN STS Jambi. Poin penting lainnya adalah penempatan lokasi Muktamar ITHLA V yang diberikan pada Dewan Pimpinan Wilayah 1 ( Sumatra ) sebagai tuan rumah.
            Pada bulan januari 2016, bertepatan dengan pelantikan DPP dan DPW ITHLA di UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta terdapat dua kampus di wilayah Sumatra yang menyatakan siap menjadi tuan rumah Mukatamar ITHLA V, yaitu Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, dan Institut Agama Islam Negeri Sultan Thaha Syaifuddin Jambi. Setelah melakukan musyawarah antar Dewan Pimpinan Pusat dan Dewan Pimpinan Wilayah se Indonesia, dan sesuai kesepakatan bersama, maka tuan rumah Muktamar ITHLA yang ke V adalah IAIN Sultan Thaha Syaifuddin Jambi, yang insya Allah diselenggarakan pada tanggal 25-27 November 2016.
            Pada hari Rabu, 6 April 2016, Pahrizal selaku SekJend ITHLA, mewakili pengurus DPP ITHLA menyerahkan SK penetapan  tempat dan waktu Muktamar yang ditanda tangani oleh Ketua Umum dan Sekretaris Jendral ITHLA. Penyerahan SK ini diterima langsung oleh ketua HMJ BSA IAIN Sultan Thaha Syaifuddin Jambi beserta jajarannya.
Dengan diserahkan SK Muktamar ini, pengurus DPP berharap agar pengurus DPW khususnya anggota ITHLA BSA-PBA IAIN STS Jambi, bisa mempersiapkan Muktamar ITHLA V dengan semaksimal mungkin, mengingat tempat pelaksanaan yang berada di Pulau Sumatra.


             

Makna lambang ITHLA




  •  Gambar Bola Dunia,

Melambangkan tempat kehidupan dan tempat beramal saleh dalam mengembangkan nilai nilai agama islam yang Rahmatan lil alamin.

  • ü Gambar Peta Pada Bola Dunia, Dunia Arab Dan Peta Indonesia Di Ujung Bawah Tenggara,
  • Melambangkan bahwa  ITHLA dilahirkan di Indonesia dan berjuang mengembangkannya sampai berjejaring di dunia internasional.


ü Warna Hijau Simpul Melingkar Bola Dunia
Melambangkan persatuan antar sesama anggota ITHLA, keseimbangan antar anggota, ITHLA, melambangkan hubungan manusia dan Tuhan, dan melambangkan nilai-nilai keagamaan dalam setiap kegiatan ITHLA.

ü Tulisan ITHLA Berwarna Ungu Dengan Font ALGERIAN
Menunjukkan nama dari organisasi ITHLA adapun tulisan arab kecil yang dibawah, merupakan kepanjangan dari singkatan ITHLA
Pemilihan font ALGERIAN bermakna bahwa ITHLA mempunyai karakter yang kuat dan tahan uji.
Warna ungu dalam tulisan ITHLA bermakna memiliki kekuatan pengetahuan yang luas dan aspirasi yang tinggi

ü Warna biru dalam bola dunia
Bermakna samudra yang luas yang menunjukkan kebijakan, kedamaian, panutan, serta loyalitas

ü Warna putih dalam peta
Menunjukkan pancapaian diri, kesederhanaan, dan kedewasaan





DPW 2 Sukses Adakan Kemah Bahasa Wilayah

Peserta Kemah Bahasa Wilayah II tahun ini sebanyak 9 instansi yaitu PBA, BSA, TBA, FDI (UIN Jakarta), PBA, BSA (UIN Bandung), PBA, BSA (IAIN Serang), dan PBA (IAIN Cirebon).
Adapun secara kuantitas peserta tahun ini diperkirakan lebih banyak dari tahun kemarin yakni dengan selisih 3 Instansi.

Kemah Bahasa Arab (15/Jum'at/2016) dimulai pada pukul 09.00 WIB di gedung IAIC. Sebelum masuk ke gedung IAIC, para peserta diminta untuk mengurus administrasi masing-masing instansi guna kelancaran pelaksanaan kegiatan acara tersebut. Kemah bahasa tahun ini bertemakan "Menumbuhkan Semangat Rasa Kekeluargaan dan Memperdalam Persfektif Pendidikan Sastra dan Budaya Arab".

Seluruh peserta kemah bahasa Arab DPW II diwjibkan untuk ikut menghadiri semua rangkaian acara yang telah disusun oleh panitia. Di mana acara tersebut terdiri dari pembukaan, seminar-seminar, sosialisasi ITHLA, pentas seni, ajang silaturahmi, dan heaking.

Dalam pelaksanaannya, kemah bahasa dewan pimpinan wilayah 2 ithla  baru dilaksanakan sebanyak dua kali, adapun yg pertama dilaksanakan di IAIN Serang, banten, dan yg kedua di IAIC Tasikmalaya. Uswah, salah seorang mahasiswa PBA UIN JKRT mengatakan, bahwa ia berharap kegiatan ini akan terus menerus berjalan, karena ini adalah ajang silaturahmi yang menurutnya pas untuk saling mengenal sesama mahasiswa bahasa arab, khususnya di daerah jawa barat.

KEMAH BAHASA DEWAN PIMPINAN WILAYAH

DEWAN PIMPINAN WILAYAH ITHLA akan menyelenggarakan Kemah Bahasa
KEMAH BAHASA DPW 2 ITHLA, DENGAN TEMA "Menumbuhkan Semangat Rsa Kekeluargaan Berorganisasi dan Mempertahankan ILMU PENDIDIKAN, SASTRA DAN BUDAYA BAHASA ARAB"
Jum'at-Ahad 15-17 April 2016
di IAIC Tasikmalaya

KEMAH BAHASA dan SILATWIL DPW 4 ITHLA  DENGAN TEMA " ITHLA dan Progretifitas Mahasiswa Bahasa Arab yang Berkompeten"
Jum'at-Ahad, 22-24 April 2016 
di UIN MALIKI MALANG
KEMAH BAHASA DPW 3, DENGAN TEMA "Revitalisasi Nilai Bahasa Arab melalui Intelektualitas, Kesenian dan Kebudayaan Menuju Sumber Daya Manusia yang Berkualitas"
Jum'at-Ahad, 13-15 Mei 2016 
di IAIN PURWOKERTO

SILATURAHMI WILAYAH DPW 3

Silaturrahmi Wilayah
DPW 3 ITHLA Jateng dan DIY

Assalamamualaikum Wr.Wb.
Sabtu, 26/Maret/2016, menjadi momen yang sangat berharga bagi seluruh jajaran anggota dan pengurus DPW 3 ITHLA Jateng dan DIY, karena bertepatan pada hari tersebut telah dilaksanakannya salah satu program kerja Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) 3 ITHLA Jateng & DIY, yaitu silaturrahmi wilayah yang bertempat di auditorium FBS (Fakultas Bahasa & Seni) Universitas Negeri Semarang (UNNES) kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah pada pukul 08.00 WIB. Acara diawali dengan penampilan seni hadroh Universitas Negeri Semarang dan di lanjutkan dengan talk show yang bertemakan Perolehan dan pembelajaran bahasa asing oleh salah satu dosen dari UNNES.
Acara tersbut dihadiri oleh perwakilan DPP ITHLA Indonesia dan seluruh jajaran anggota dan pengurus DPW 3 ITHLA Jateng & DIY, yang meliputi HMPS/HMJ/BEMJ BSA & PBA di seluruh Jateng & DIY. Kemudian acara dilanjutkan dengan penyampaian hasil RAKERNAS ITHLA di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan  Rapat Kerja Wilayah DPW 3 Jateng & DIY dengan pembahasan Kemah Bahasa DPW dan agenda kebahasaan serta beberapa program DPW 3 masa bakti 2016.

Kantor Sekretariat ITHLA

KANTOR SEKRETARIAT ITHLA 

Sekretariat : Jl. Kp. Utan No. 69, Ciputat Tim, Kota Tanggerang Selatan, Banten 15412 ( Belakang Kampus UIN Syarif Jakarta ) dapat diakses melalui Google Maps : Pusat Pengembangan Bahasa Araba ITHLA Indonesia


atau kalian dapat melihatnya   DISINI

TEHNIK-TEHNIK DALAM BERDEBAT BAHASA ARAB.

Sebagaimana yang kita ketahui, Debat dibagi menjadi dua macam :
  1. British Debate : Debat model ini, biasanya hanya memiliki dua orang di setiap timnya. dan Dalam pelaksanaannya, akan ada 4 tim dalam satu pertandingan, dua tim di kelompok Kontra, dan dua tim lainnya di kelompok Pro. 
  2. American Debate : Debat model ini banyak di pakai di beberapa lomba debat bahasa arab yang ada di beberapa acara kampus. dalam pelaksanaannya, akan ada tiga orang di setiap tim. dan dalam satu pertandingan, hanya diikuti oleh dua tim, yaotu tm Pro dan tim Kontra. 
Ajang perlombaan debat, khususnya debat bahasa arab, menjadi ajang yang paling bergengsi di kalangan mahasiswa pembelajar bahasa arab di seluruh instansi bahasa arab di indonesia. Setiap tahun, banyak ajang perlombaan yang diadakan di beberapa instansi tersebut. Seperti ajang perlombaan debat di FJA (Festival Jazirah Arab) di UIN Maliki Malang, FBA (Festival Bahasa Arab) di UIN Suka Jogja, FKA (Festival Kebudayaan Arab) di UGM, FTT (Festival Timur Tengah) di UI dan masih banyak yang lainnya. Tak heran jika ajang lomba debat bahasa arab ini menjadi ajang terfavorit bagi mahasiswa bahasa arab. Bahkan, di tingkat internasional pun juga ada ajang perlombaan bahasa arab, seperti yang diadakan di Qatar.
Untuk itu,, kali ini kami akan mencoba memberi tips dan tehnik dalam debat bahasa arab ini. Debat bahasa arab akan terlihat menarik jika sudah memenuhi standar beserta tips berikut ini.
  1. Bahwa apa yang paling penting dipahami dan disadari oleh setiap tim adalah kedudukan mereka sebagai tim pro ataupun tim kontra. Berdasarkan pengalaman penulis, tidak sedikit yang menyampaikan hujjah yang secara tidak sadar justru menguatkan hujjah dari tim lawan. Dengan kata lain, cermat dalam memilih hujjah menjadi hal yang penting dalam debat bahasa arab.
  2. Sampaikan hujjah secaa sistematis. Tentunya hal ini membutuhkan koordinasi yang tepat antar anggota. Misalnya, pembicara pertama menyampaikan hujjah secara umum terlebih dahulu, kemudian dikuatkan oleh pembicara kedua, dan seterusnya. Ini akan memberikan nilai positif bagi tim.
  3. Jangan mengulangi hujjah yang telah disampaikan sebelumnya. Berdasarkan pengalaman penulis, tidak sedikit dari para peserta yang mengulangi hujjah yang telah disampaian sebelumnya. Secara tidak langsung ini akan menimbulkan pemikiran pada juri bahwa tim belum siap dalam berdebat. Otomatis pula akan memberikan nilai negatif bagi tim.
  4. Tetap menjaga sopan santun dalam menyampaikan hujjah. Semangat memang diperlukan dalam berdebat, namun apabila terlalu semangat, seringkali akan menjadi sesuatu yang negatif. Seperti secara tidak sengaja menunjuk-nunjuk tim lawan dan berbicara dengan terlihat sombong. Ini akan mempengaruhi juri dalam memberikan nilai.
  5. Perbanyak uslub-uslub mujamalah. Uslub mujamalah ini biasanya akan memberi sedikit hiburan bagi para juri, karna di beberapa kasus, kebanyakan dari juri akan senang mendengar uslub-uslub yang indah dari segi kebahasaan. 
  6. Teliti dan cermat dalam menganalisa hujjah tim lawan untuk mencari celahnya. Kemudian lemparkan pertanyaan untuk menjatuhkan. Sering-sering bertanya akan memberi nilai yang positif bagi tim.
  7. Apabila kehabisan kata-kata sedangkan waktu masih panjang, sampaikan kembali penegasan tentang posisi tim di pro ataupun di kontra. Penegasan ini akan semakin memperkuat posisi kita di hadapan juri.
  8. Dan yang terakhir, usahakan untuk menyampaikan roja’ kepada juri. Roja’ disini maksudnya adalah harapan agar hujjah yang kita sampaikan bisa diterima oleh para juri. Walaupun mungkin ini dinilai kurang begitu penting, namun ini akan memberi nilai positif bagi tim. 
Begitulah mungkin sedikit tips dalam perdebatan bahasa arab. Walaupun dari setiap tim mempunyai style tersendiri dalam berdebat, namun hal-hal diatas adalah yang perlu diperhatikan oleh para peserta. Apa yang disampaikan diatas adalah berdasarkan pengalaman penulis dalam debat bahasa arab. Semoga bermanfaat. Salam ITHLA.. HAA ANA DZA!!